Dua Warga Takalar Raih Penghargaan di Wisuda ITB Nobel Indonesia Makassar

TAKALAR – Dua warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berhasil meraih penghargaan dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia Makassar. Penghargaan tersebut diserahkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, Rabu (17/6/2026).

Kedua warga Takalar ini merupakan wisudawan yang menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik dan organisasi kemahasiswaan. Mereka adalah Andi Amil Amrillah, yang dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik I Program Magister, dan Wahyudin, yang menerima penghargaan sebagai Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Terbaik.

Andi Amil Amrillah merupakan lulusan Fakultas Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen. Ia berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 1 tahun 8 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, yaitu 4,00.

Saat ini, Andi Amil menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil pada Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar. Atas pencapaian tersebut, ia mengaku sangat bersyukur dan menganggap penghargaan ini sebagai amanah untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas penghargaan yang diterima. Pencapaian ini merupakan amanah untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh selama bangku perkuliahan akan menjadi landasan kuat dalam menjalankan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Andi Amil juga membagikan pengalamannya membagi waktu antara bekerja dan kuliah.

“Perjalanan selama menempuh kuliah sangat seru dan menyenangkan. Menyeimbangkan antara pekerjaan dan tugas kuliah memang menjadi tantangan tersendiri. Kuliah di ITB Nobel merupakan pilihan yang tepat karena regulasinya memudahkan kami, baik ASN maupun pekerja swasta, untuk kuliah sambil bekerja. Saya sudah membuktikannya,” kata Andi.

Untuk tugas akhir magisternya, Andi Amil menyusun tesis berjudul Determinan Kinerja Pegawai Melalui Kompetensi Aparatur, Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja. Penelitian ini dipilih karena ketiga faktor tersebut dinilai saling berkaitan dalam mendongkrak kinerja pegawai sekaligus mendukung visi-misi Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Tentunya hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pimpinan dalam mengambil kebijakan ke depannya,” imbuhnya.

Penghargaan Bidang Organisasi
Di sisi lain, penghargaan sebagai fungsionaris lembaga kemahasiswaan terbaik diberikan kepada Wahyudin. Mahasiswa angkatan 2022 ini dinilai sangat aktif dan konsisten berkontribusi dalam berbagai kegiatan organisasi selama menempuh pendidikan di ITB Nobel Indonesia Makassar.

Wahyudin mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari keterlibatan aktifnya di sejumlah organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat himpunan maupun lembaga tinggi universitas.

Selama kuliah, ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Organisasi Himpunan Mahasiswa, dan puncaknya dipercaya menjadi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ITB Nobel Indonesia Makassar periode 2025–2026. Menurut Wahyudin, selama memimpin DPM, ia selalu berupaya menghadirkan program-program inovatif yang mampu memberikan pengalaman baru dan berharga bagi mahasiswa. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *