Menakar Urgensi Revitalisasi Perumda Tirta Mangkaluku: Sinergi Pelayanan Publik dan Akselerasi Ekonomi Palopo

Oleh: Muh. Rafi (Ketua Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia / BKPP AMJI-RI)

Transformasi Kota Palopo sebagai episentrum kota jasa dan pusat ekspansi sektor properti di Sulawesi Selatan membawa konsekuensi logis pada peningkatan kebutuhan infrastruktur dasar. Dalam kacamata sosiologi perkotaan dan ekonomi regional, ketersediaan air bersih bukan lagi sekadar komoditas domestik, melainkan variabel stimulan (Ancillary Services) yang menentukan daya tarik investasi.

Para pelaku usaha pengembang properti (developer) yang tengah melakukan ekpansi spasial di kota ini sangat bergantung pada kepastian suplai air bersih untuk menjamin nilai keekonomian proyek mereka.

Lebih jauh lagi, pemenuhan standar higienitas air bersih oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku akan memberikan efek multiplikasi ekonomi (multiplier effect). Salah satunya adalah jaminan mutu bahan baku bagi sektor hilir seperti industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan usaha depot air minum isi ulang yang kian menjamur. Oleh karena itu, kepemimpinan di tubuh Perumda TM memikul beban geopolitik ekonomi yang sangat strategis.

Sintesis Kepemimpinan: Menjembatani Korporasi dan Public Service

Terbitnya rekomendasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia yang menetapkan Steven Hamdani sebagai Direktur Perumda Tirta Mangkaluku merupakan momentum pivotal. Keputusan ini secara definitif mengakhiri diskursus dan spekulasi publik terkait figur yang paling kompeten untuk menakhodai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) strategis ini.

Secara teoretis, tantangan terbesar BUMD adalah menyelesaikan dualisme orientasi: mengejar profitabilitas sebagai entitas bisnis (corporate-oriented) sekaligus menjalankan fungsi sosial pelayanan publik (public service obligations). Dalam konteks inilah figur Steven Hamdani menemukan relevansinya. Rekam jejaknya menyajikan perpaduan kapasitas (capacity mix) yang langka dan komplementer:

Perspektif Tekno-Struktural (Pengusaha): Pengalaman di dunia usaha membekali dirinya dengan ketajaman manajerial, efisiensi operasional, dan orientasi pada target yang berbasis Good Corporate Governance (GCG).

Perspektif Sosio-Politik (Mantan Legislator): Pengalaman di parlemen memberikan modal sosial yang kuat dalam memahami anatomi kebutuhan masyarakat, menjaring aspirasi akar rumput, serta menavigasi kebijakan publik secara bijaksana.

Karakteristik kepemimpinan yang energik, visioner, dan memiliki daya juang tinggi (high endurance) diharapkan mampu mentransformasi budaya kerja Perumda TM menjadi lebih adaptif, responsif, dan berbasis pada kepuasan pelanggan (customer-centric).

Epilog: Konsolidasi Pasca-Seleksi demi Akselerasi Kinerja

Mengingat legitimasi formal telah diberikan oleh lembaga tinggi negara melalui proses seleksi yang terbuka dan akuntabel, maka secara yuridis dan politis keputusan ini bersifat final. Kini saatnya seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan, dan internal organisasi melakukan konsolidasi kolektif. Ego sektoral dan friksi politik pasca-seleksi (post-election friction) harus diredam demi kepentingan yang lebih besar.

Ekspektasi publik kini tertuju pada sejauh mana kepemimpinan baru ini mampu melakukan reformasi birokrasi internal, memperkuat tata kelola korporasi, dan mendistribusikan pelayanan air bersih secara inklusif dan berkeadilan bagi seluruh warga Kota Palopo. Selamat bertugas, tantangan pembangunan telah menanti di depan mata. (*)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *