Kepala Bapperida Takalar Buka-bukaan Strategi Pembangunan: Fokus Riset, Inovasi, dan Kesejahteraan Warga

TAKALAR – Kepala Badan Perencanaan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si., memaparkan arah kebijakan pembangunan daerah dalam talkshow Takalar Cepat Menyapa.

Acara yang dipandu oleh Nirwana ini berlangsung di Studio SLiBE FM, Jalan Syech Yusuf, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/7/2026) pukul 09.30–10.36 WITA. Dalam dialog tersebut, Rahmansyah dan Nirwana kompak mengenakan seragam dinas khaki sesuai ketentuan pakaian ASN setiap hari Selasa.

Rahmansyah menjelaskan pentingnya sinkronisasi dokumen perencanaan pembangunan dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten. Ia menyebutkan bahwa seluruh dokumen daerah dipastikan selaras dengan kebijakan pusat melalui evaluasi berkala.

“RPJPD, RPJMD, hingga RKPD setiap tahun dievaluasi oleh pemerintah provinsi agar tetap selaras dengan dokumen pembangunan nasional dan provinsi,” ujar Rahmansyah.

Menurutnya, proses penyelarasan program prioritas—termasuk Program Strategis Nasional (PSN)—kini menjadi lebih mudah berkat dukungan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Rahmansyah juga mengulas perubahan fungsi Bapperida yang kini menaungi bidang riset dan inovasi daerah. Menurutnya, riset memegang peranan krusial sebagai dasar pemetaan masalah sebelum pemerintah melahirkan suatu kebijakan.

“Hasil penelitian harus mampu dipakai untuk menyusun kebijakan dan program yang tepat dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan,” tegasnya.

Selain itu, Bapperida aktif melakukan pembinaan inovasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap inovasi yang diusulkan OPD dipaparkan terlebih dahulu di hadapan tim Bapperida sebelum diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Langkah ini penting mengingat inovasi daerah menjadi salah satu indikator penilaian Indeks Inovasi Daerah tingkat nasional.

Menyinggung potensi kelautan, Rahmansyah menilai Takalar memiliki modal besar dengan garis pantai sepanjang 74 kilometer. Selain dikenal sebagai salah satu penghasil rumput laut terbaik di Sulawesi Selatan, Takalar juga memiliki Kecamatan Kepulauan Tanakeke yang kaya potensi perikanan dan kawasan hutan mangrove.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah mendorong modernisasi dan digitalisasi sektor kelautan serta memperkuat kolaborasi dengan pelbagai pihak, termasuk lembaga internasional. Takalar juga mendapatkan Program Kampung Nelayan Merah Putih dari pemerintah pusat guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Di bidang investasi, pengembangan Kawasan Industri Takalar (KIT) di Laikang terus berproses dan telah masuk dalam dokumen perencanaan nasional.

“Kita harus membangun kawasan industri dengan tetap melibatkan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tambahnya optimis, sembari menekankan bahwa kawasan ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Sementara pada sektor pertanian, modernisasi seperti penggunaan drone dan bibit unggul menjadi kunci menghadapi perubahan iklim. Ia mendorong para petani untuk lebih terbuka terhadap varietas baru yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen.

Menutup pembicaraan mengenai kesejahteraan sosial, Rahmansyah menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara tepat sasaran melalui tiga strategi utama: mengurangi beban masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan warga, dan mengintervensi kawasan miskin.

Ia menegaskan pentingnya pembaruan data sosial secara berkala melalui mekanisme musyawarah desa atau kelurahan sebelum ditetapkan, sehingga penyaluran bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *