Dorong Lingkungan Sehat, Hamka B Kady Hadirkan Fasilitas MCK di Pesantren dan Desa

TAKALAR – Legislator dari Fraksi Partai Golkar DPR RI, Hamka B Kady, meresmikan fasilitas Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK) di Pondok Pesantren Ar Rayyan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Senin (2/3/2026).

Pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata dari aspirasi Hamka B Kady yang dikolaborasikan dengan Kementerian PUPR. Program ini mencakup penyediaan sarana MCK, tempat wudhu, fasilitas cuci, serta sistem pengolahan air limbah yang standar dan layak di lingkungan pondok pesantren.

banner 1600x606

Dalam sambutannya, Hamka menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama bagi para santri. Dengan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang memadai, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan lebih bermartabat.

“Program Sanitasi LPK ini memang difokuskan untuk pondok pesantren dan asrama keagamaan yang mendesak membutuhkan perbaikan fasilitas sanitasi,” jelas politisi senior Partai Golkar tersebut.

Hamka, yang kini duduk di periode ketiganya sebagai legislator, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmennya untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan di sektor air bersih. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjaga higienitas lingkungan pesantren sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.

Selain di pesantren, pada hari yang sama Hamka B Kady juga meresmikan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Sebanyak 28 unit MCK telah rampung dibangun. Proyek ini difokuskan pada penyediaan akses sanitasi yang aman serta upaya penurunan angka stunting melalui pembangunan bilik mandi dan tangki septik yang sehat. Uniknya, pengerjaan fasilitas ini dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Masyarakat (KMP) setempat.

“Inti dari program aspirasi ini adalah menghapus kebiasaan buang air besar sembarangan dan memperluas akses sanitasi layak bagi warga berpenghasilan rendah,” tambah Hamka.

Program ini menyasar wilayah-wilayah dengan tingkat prevalensi stunting yang tinggi serta kawasan padat penduduk. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target nasional dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *