GOWA – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Lukman B. Kady, menggelar kegiatan Pengawasan APBD Tahun 2026 di Lingkungan Gangga, Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, dan evaluasi langsung kepada pemerintah.
Ratusan warga hadir dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Anggota Komisi D DPRD Sulsel tersebut. Turut hadir pula tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, kepala lingkungan yang mewakili Lurah Tamallayang, serta aparat keamanan dari TNI-Polri.
Kepala Lingkungan Gangga, Syamsul Daeng Tarra, menyambut hangat kehadiran legislator DPRD Sulsel dari Partai Golkar tersebut.
“Selamat datang Pak Dewan. Kedatangan Bapak di Lingkungan Gangga membawa keberkahan bagi kita semua. Baru kali ini ada Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang datang langsung ke lingkungan kami,” ujar Syamsul Daeng Tarra.
Sementara itu, Lukman B. Kady dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi langsung dengan warga Tamallayang.
“Pertama, saya menyampaikan terima kasih. Berkat suara ta’ semua, saya bisa menjadi anggota DPRD Sulsel. Tanpa doa, dukungan, dan suara yang kita berikan, tidak mungkin kami bisa berdiri di depan ta’ hari ini,” ujar Lukman.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel itu menegaskan bahwa kegiatan pengawasan APBD ini bukan sekadar agenda formal. Ini adalah bagian dari tanggung jawab wakil rakyat untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program-program yang telah direalisasikan melalui APBD Provinsi Sulsel adalah bentuk pengawasan kami di DPRD. Seperti perbaikan infrastruktur jalan, itu bertujuan untuk memastikan setiap program tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan,” tegas Lukman.
Ia juga menambahkan bahwa setiap aspirasi, keluhan, maupun masukan dari masyarakat akan dicatat untuk dibawa ke rapat-rapat DPRD Sulsel nantinya.
Dalam sesi dialog, warga secara terbuka menyampaikan berbagai keluhan. Di antaranya adalah persoalan kartu BPJS PBI Kesehatan yang sudah tidak aktif, sehingga menyulitkan warga mengakses layanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.
Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan jalan tani guna menunjang mobilitas dan distribusi hasil pertanian. Ada pula permintaan bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu, serta keluhan terkait bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang kartunya sudah lama tidak aktif sehingga bantuan terhenti.
Menanggapi hal tersebut, Lukman B. Kady memastikan semua aspirasi akan ditindaklanjuti. “Semua usulan yang menjadi kewenangan provinsi kami tampung dan akan saya sampaikan dalam rapat DPRD untuk diperjuangkan. Insyaallah,” tegas Lukman.
Masyarakat dan pemerintah kelurahan mengaku bersyukur atas kunjungan ini karena mereka dapat bertatap muka langsung sekaligus menyalurkan aspirasi kepada wakil rakyat mereka. (HSN)















