“Kawali”: Menajamkan Visi, Merajut Peradaban Masa Depan

Oleh: Irsan Kadir, S. Pd., M. Pd. (Dosen Prodi Pendidikan seni Rupa FKIP Unismuh Makassar)

JURNAL – Pameran seni rupa antar bangsa “Kawali”, yang diinisiasi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar, Meisar Ashari, S. Pd., M. Sn., bersama mahasiswa merupakan sebuah pernyataan sikap budaya yang bernilai tinggi.

Dengan mengangkat Kawali sebagai pusaka Bugis-Makassar sebagai tajuk utama, pameran ini mentransformasi sebuah artefak lokal menjadi metafora universal tentang identitas, kehormatan, dan ketajaman visi artistik. Ini adalah undangan bagi para seniman dan para perupa untuk menemukan dan menajamkan “senjata” gagasannya yang paling otentik.

banner 1600x606

Baca juga: Pemeran Seni Rupa “Kawali” Unismuh Makassar, Karya Mahasiswa dan 14 Negara Terintegrasi

Tema sentral, “Merajut Estetika Islam Futuristis ke dalam Narasi Visual Kontemporer,” menjadi jantung intelektual pameran ini. Tema ini secara berani menyintesiskan dua dunia; kedalaman spiritual estetika Islam yang berakar pada Tauhid dan pencarian keindahan batin (jamal), dengan etos futurisme yang merayakan inovasi, dinamisme, dan kemajuan teknologi.

Hasilnya adalah sebuah laboratorium visual yang mengeksplorasi peradaban masa depan, yakni sebuah masa depan yang tidak hanya maju, tetapi juga berlandaskan etika dan spiritualitas. Hal ini dinarasikan secara visual oleh para seniman perupa lewat ragam bentuk karya; seni Lukis, gambar, fotografi, kaligrafi, grafis, mix media, ilustrasi digital, kriya dan seni patung.

Kekuatan pameran ini terletak pada dialog lintas budaya yang luar biasa. Dengan partisipasi seniman dari berbagai institusi seni terkemuka di Indonesia, para perupa dan penggiat Seni budaya Sulawesi dan perupa mahasiswa prodi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar, serta sebuah kehormatan teristimewa dengan hadirnya para seniman 14 negara, mulai dari Spanyol, Prancis, Amerika, Jerman, Rwanda, Ghana, Nigeria, Portugal, Irak, Jepang, India, hingga Afrika, Kuba dan Palestina yang menyajikan karyanya dalam “Kawali” sebagai titik temu global.

Keragaman ini membuktikan bahwa sebuah konsep lokal mampu memicu percakapan universal tentang identitas, perlawanan, dan spiritualitas di dunia kontemporer, di mana setiap karya menjadi tafsir unik atas makna kehormatan dan visi.

Secara institusional, pameran ini adalah manifestasi nyata dari visi Prodi Pendidikan Seni Rupa untuk membentuk calon pendidik profesional, kreatif, inovatif, dinamis, mandiri, berkarakter islami dan berjiwa wirausaha.

Para mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi secara langsung mempraktikkan kurasi dan manajemen seni berskala internasional, sebuah model implementasi “Merdeka Belajar” yang paripurna. Lebih jauh, kegiatan ini beresonansi kuat dengan slogan Universitas Muhammadiyah Makassar “Green, Islamic, Futuristic (GIFt)”. Ditandai, bahwa

Pameran ini mengintegrasikan kearifan lokal dengan wacana global, mencerminkan nilai Islam berkemajuan yang progresif, serta mendorong visi masa depan yang inovatif dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, “Kawali” lebih dari sekadar pameran, sebuah perhelatan sebagai peristiwa budaya yang menegaskan peran vital pendidikan seni rupa dalam menempa karakter. Menjadi panggilan bagi kita semua untuk menemukan dan terus menajamkan “Kawali” dalam diri, menjadi integritas, visi, dan keberanian untuk berkarya, sebagaimana saat ini diaktualisasikan kembali oleh mahasiswa program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar, tidak hanya mencetak seniman dan guru, tetapi juga membentuk bakal arsitek peradaban masa depan yang lebih adil, indah, dan berkelanjutan. (*)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *