Kabar Gembira bagi Petani Takalar: Urus Barcode BBM Subsidi Kini Lebih Mudah

TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai kemudahan akses sarana produksi. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyederhanaan prosedur perolehan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Solar dan Pertalite, untuk kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar, H. Parawangsa, menjelaskan bahwa petani kini tidak perlu lagi menempuh birokrasi yang rumit.

“Petani yang membutuhkan Solar cukup membawa Surat Keterangan (Suket) dari desa atau kelurahan. Surat tersebut dibawa ke Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian untuk mendapatkan barcode. Setelah itu, barcode bisa langsung digunakan untuk membeli BBM di SPBU,” ujar H. Parawangsa saat dihubungi pada Rabu (25/3/2026).

Langkah ini merupakan hasil koordinasi intensif jajaran Dinas Pertanian ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta untuk mencari solusi atas kendala akses BBM yang selama ini dikeluhkan petani.

Menurut Parawangsa, kemudahan ini berlaku bagi pemilik alat pertanian seperti mesin pompa air, traktor roda dua, dan alat pendukung lainnya.

“Pemerintah selalu ingin melihat petani sejahtera. Kami pastikan prosedur ini mendukung kelancaran aktivitas mereka di lapangan,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang PSP, Muh. Ilham Hamada, menambahkan bahwa barcode yang diterbitkan akan disesuaikan dengan domisili petani agar akses ke SPBU terdekat menjadi lebih efektif. Ia berharap kebijakan ini mampu memacu produktivitas pertanian di Takalar tanpa terkendala stok bahan bakar.

Kebijakan ini disambut hangat oleh para pelaku sektor pertanian. Rusli Daeng Ngempo, seorang petani asal Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone, mengaku sangat terbantu dengan perubahan aturan ini.

Petani merasa diringankan karena hanya perlu menunjukkan surat keterangan kepemilikan alat (seperti traktor); Kebutuhan BBM saat ini sedang meningkat karena lahan yang telah dipanen akan segera diolah kembali.

Petani berharap pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga hasil pertanian selain memberikan kemudahan akses BBM.

“Kami sangat menyambut baik kemudahan pengurusan barcode ini. Kami berharap pemerintah terus memperhatikan nasib kami, baik dari sisi layanan maupun stabilitas harga di pasar,” harap Daeng Ngempo. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *