Hengky Yasin: Penanggulangan HIV-AIDS Butuh Kerja Sama Nyata Seluruh Pihak

TAKALAR – Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencapai target Ending AIDS 2030.

Hal tersebut disampaikan Hengky saat menghadiri Rapat Koordinasi Menuju Ending AIDS 2030 yang mempertemukan berbagai unsur pemerintahan dan organisasi terkait penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama sekaligus menyusun langkah strategis dalam mempercepat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS menuju target Ending AIDS 2030.

Kegiatan ini melibatkan para wakil bupati dan wakil wali kota se-Sulawesi Selatan, instansi vertikal, kepala dinas, badan dan biro terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) beserta pengelola program HIV-AIDS kabupaten/kota.

Turut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XII, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota, pengurus Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulawesi Selatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) pemerhati HIV-AIDS.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Penguatan edukasi dan peningkatan kepedulian masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembahasan.

Hengky Yasin menegaskan bahwa target Ending AIDS 2030 membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, penanggulangan HIV-AIDS tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas, lembaga kemanusiaan, hingga masyarakat luas.

“Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat sinergi dan mengambil langkah nyata dalam mendukung target Ending AIDS 2030,” ujar Hengky Yasin, Kamis, 24 September 2026.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar program pencegahan, edukasi, pendampingan, dan penanggulangan HIV-AIDS dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjangkau masyarakat lebih luas.

Hengky juga mendorong agar hasil koordinasi ini tidak berhenti sebatas forum pertemuan. Setiap daerah diharapkan mampu menerjemahkan komitmen bersama tersebut ke dalam program dan aksi nyata yang sesuai dengan kebutuhan di wilayah masing-masing. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *