TAKALAR – Keluhan para petani di Kecamatan Mangarabombang (Marbo) terkait krisis air irigasi yang mengancam ribuan hektare lahan pertanian mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Takalar.
Setelah menerima laporan dari petani di Desa Lengkese dan Desa Bontomanai, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, segera menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian, Parawangsa—yang akrab disapa Daeng Rurung—untuk turun langsung ke lapangan guna mencari solusi.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kadis Pertanian Takalar bersama pihak terkait melakukan peninjauan langsung ke Bendungan Pammukkulu serta menelusuri sejumlah jalur irigasi pada Rabu (10/6/2026).
Peninjauan dilakukan mulai dari pintu-pintu air di wilayah Bontokadatto dan Rajaya hingga ke Bontomanai. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyebab utama terhambatnya aliran air ke area persawahan petani di Kecamatan Mangarabombang.
Tidak hanya memantau debit air, Parawangsa juga memeriksa kondisi saluran irigasi yang menjadi jalur distribusi utama dari Bendungan Pammukkulu. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya hambatan teknis, kerusakan saluran, maupun kendala lain yang menyebabkan pasokan air tidak sampai ke lahan pertanian warga.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari para petani yang selama beberapa pekan terakhir khawatir akan gagal panen akibat minimnya pasokan air untuk musim tanam kedua. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat dikhawatirkan akan terdampak secara signifikan.
Kadis Pertanian Takalar, Parawangsa, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh mengawal kebutuhan petani dan memastikan distribusi air kembali normal.
“Saya berharap kepada para petani untuk bersabar menunggu. Saat ini kami tengah melakukan pengaturan agar air bisa segera sampai ke wilayah Marbo,” ujar Parawangsa.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Takalar, sehingga persoalan yang dihadapi petani harus segera ditangani secara serius dan terukur.
Respons cepat yang ditunjukkan Bupati Takalar dan Dinas Pertanian ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya saat petani menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi menurunkan produktivitas.
Para petani berharap langkah penanganan yang sedang dilakukan dapat segera membuahkan hasil, sehingga lahan pertanian di Kecamatan Mangarabombang kembali mendapatkan pasokan air yang cukup dan terhindar dari ancaman gagal panen. (HSN)
















